Langsung ke konten utama

KONSEP PENDIDIKAN

A. PENGERTIAN PENDIDIKAN

Pendidikan dalam arti mikro ( sempit ) merupakan proses interaksi antara pendidik dan peserta didik baik di keluarga, sekolah maupun di masyarakat. Sedangkan pendidikan dalam arti makro (luas) adalah proses interaksi antara manusia sebagai individu/pribadi dan lingkungan alam semesta, lingkungan sosial, masyarakat, sosial-ekonomi, sosial-politik dan sosial-budaya.
Pendidikan juga dapat diartikan sebagai :
a. Suatu proses pertumbuhan yang menyesuaikan dengan lingkungan
b. Suatu pengarahan dan bimbingan yang diberikan kepada anak dalam pertumbuhannya.
c. Suatu usaha sadar untuk menciptakan suatu keadaan atau situasi tertentu yang dikehendaki oleh masyarakat.
d. Suatu pembentukan kepribadian dan kemampuan anak menuju dewasa.

B. RUANG LINGKUP PENGERTIAN PENDIDIKAN

1. Pendidikan Informal
Pendidikan informal adalah pendidikan yang di peroleh seseorang dirumah dalam lingkungan keluarga, berlangsung tanpa organisasi, tanpa orang tertentu yang di angkat sebagai pendidik tanpa program yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu dan tanpa evaluasi formal berbentuk ujian.
Namun pendidikan Informal menentukan kepribadian anak, apakah anak akan menjadi anak yang bertanggung jawab,berbudi luhur, patuh akan peraturan, berpegang teguh pada janjinya atau sebaliknya.


2. Pendidikan Formal
Pendidikan Formal adalah pendididkan yang mempunyai bentuk atau organisasi tertentu, seperti di Sekolah atau Universitas. Ini terlihat adanya penjenjangan, adanya program pembelajaran, jangka waktu proses belajar dan bagaimana proses penerimaan murid dan lain-lain.
3. Pendidikan Non Formal.
Pendidikan Non Formal meliputi berbagai usaha khusus yang di selenggarakan secara terorganisasi agar terutama generasi muda dan juga orang dewasa,yang tidak dapat sepenuhnya atau sama sekali tidak berkrsempatan mengikuti pendidikan sekolah. Pendidikan Non Formal meliputi kegiatan pengetahuan praktis dan ketrampilan dasar yang di perlukan masyarakat.
Tabel Perbandingan antara Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Informal

Ditinjau dari sudut Pendidikan Formal Pendidikan
non-formal Pendidikan
Informal
Tempat berlangsung Gedung sekolah Di luar dan dalam gedung sekolah Dimana saja orang berada
Syarat untuk mengikuti Usia dan tingkat pendidikan tertentu Kadang-kadang, tak memegang peranan penting Tidak ada
Jenjang Pendidikan Ada jenjang yang ketat Biasanya tidak ada Tidak ada
Program Ditentukan secara teliti untuk tiap jenjang secara tertulis Ada program tertentu Tidak ada
Bahan pelajaran Akademis dan bersifat umum Praktis dan khusus Tidak ada yang ditentukan
Lama pendidikan Waktu panjang Relatif singkat Sepanjang hidup
Penilaian Ada ujian formal , dengan pemberian ijazah Ada, biasanya diberi ijazah / keterangan Tidak ada ujian / penilaian
Penyelenggara Pemerintah / swasta Pemerintah / swasta Tidak ada badan tertentu
Metode mengajar Menurut metodologi tertentu Dapat mengikuti metode tertentu walau tak slalu Tidak ada
Tenaga pengajar Harus mempunyai wewenang berdasar ijazah dan diangkat untuk tugas itu Tidak slalu mempunyai ijazah sebagai pengajar Tidak ada
Administrasi Sistematis dan uniform untuk tingkat sekolah Ada walau tidak begitu uniform Tidak ada
Ditinjau dari sejarahnya Paling akhir Lebih tua daripada pendidikan formal Sejak ada manusia ada di dunia ini

C. FUNGSI PENDIDIKAN

Dalam arti sempit fungsi pendidikan ialah membantu (secara sadar) perkembangan jasmani dan rohani. Secara makro (luas) fungsi pendidikan adalah :
1. Pengembangan pribadi
2. Pengembangan warga negara
3. Pengembangan kebudayaan
4. Pengembangan bangsa

D. FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN
1. Faktor Tujuan
Menurut Noeng Muhajir (1987 : 2-3) menyatakan bahwa tujuan pendidikan terdiri dari 3 buah yakni; (a) Tujuan yang bersifat sebagai alat seperti pandai bicara, membaca, berhitung dan sebagainya yang merupakan alat bagi tujuan yang lain yang lebih tinggi; (b) Tujuan yang bersifat instrinsik merupakan potensi yang berada di dalam diri peserta didik; (c) Tujuan nilai hidup meliputi budi pekerti, cinta tanah air dan sebagainya.
Menurut Largeveld Tujuan dibedakan menjadi :
1. Tujuan umum yaitu tujuan didalam pendidikan yang berakar dari tujuan hidup, berhubungan dengan pandangan hidup manusia didunia.
2. ujuan tidak sempurna yaitu tujuan yang menyangkut segi-segi tertentu demi kepribadian manusia yaitu mengenai nilai-nilai hidup seperti kesusilaan, keagamaan, kemasyarakatan dan sebagainya.
3. Tujuan sementara yaitu tujuan yang merupakan pemberhentian sementara untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
4. Tujuan perantara yaitu tujuan yang ditentukan dalam rangka mencapai tujuan sementara.
5. Tujuan Insidental yaitu tujuan yang hanya merupakan peristiwa-peristiwa yang terlepas saat demi saat dalam proses menuju pada tujuan umum.

2. Faktor Pendidik
Pendidik dibedakan atas dua kategori yaitu :
a) Pendidik menurut kodrat, yaitu orang tua .
Orang tua menjadi pendidik bukan karena kemauan, melainkan karena memenuhi panggilan yang etis kodrati.
b) Pendidik menurut jabatannya, yaitu guru
Guru sebagai pendidik menurut jabatan meneima tanggung jawab mendidik dari tiga pihak yaitu orang tua, masyarakat dan negara.
3. Faktor Peserta Didik
Peserta didik dipandang sebagai organisme yang menerima informasi dan pengetahuandari berbagai sumber. Peserta didik dalam usia dan tingkat kelas yang sama bisa memiliki profil materi pengetahuan yang berbeda-beda. Ini tergantung pada konteks yang mendorong perkembangan seseorang. Ada 4 konteks yang mendorong perkembangan, yaitu :
a. Lingkungan tempat peserta didik belajar secara aksidental dan insidental.
b. Lingkungan belajar secara insidental
c. Sekolah sebagai tempat yang terprogram
d. Lingkungan pendidikan yang optimal
4. Faktor Isi / Materi Pendidikan
Yang termasuk dalam isi / materi pendidikan ialah segala sesuatu yang oleh pendidik langsung diberikan kepada peserta didik dan diharapkan untuk dikuasai peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Syarat utama dalam pemilihan bahan atau materi pendidikan adalah :
1. Materi harus sesuai dengan tujuan pendidiakn
2. Materi harus sesuai dengan peserta didik

5. Faktor Metode
Agar proses pendidikan berlangsung secara edukatif dan efisien dalam upaya untuk mencapai tujuan pendidikan selain materi / bahan pendidikan yang tepat, juga perlu dipilih metode yang tepat.
Metode adalah cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Untuk menentukan metode yang tepat harus adanya kriterium / patokan yang jelas. Patokan tersebut adalah faktor tujuan, peserta didik dan faktor situasi.

6. Faktor Situasi Lingkungan
Situasi lingkungan mempengaruhi proses dan hasil pendidikan. Situasi lingkungan dapat menunjang dan menghambat proses belajar. Yang jelas bahwa antara situasi lingkungan dengan faktor tujuan, peserta didik, pendidik, bahan dan metode harus ada hubungan yang saling mempengaruhi dalam proses pendidikan.

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN TEORI KOMUNIKASI A.        PELACAKAN TEORI KOMUNIKASI Wilbur Schramm mendefinisikan teori sebagai : ‘suatu perangkat pernyataan yang saling berkaitan, pada abstraksi dengan kadar yang tinggi, dan daripadanya proposisi bisa dihasilkan yang dapat diuji secara ilmiah, dan pada landasannya dapat dilakukan prediksi mengenai perilaku’. Dari definisi ini jelas bahwa teori merupakan hasil telaah dengan metode ilmiah. Fungsi teori adalah menerangkan, meramalkan/memprediksikan, dan menemukan keterpautan fakta-fakta secara sistematis. Sementara itu, Littlejohn mendefinisikan teori komunikasi dalam pengertian yang paling luas, yaitu sebagai penjelasan konseptual mengenai proses komunikasi. Berbicara tentang konsep, Littlejohn menandaskan bahwa konsep adalah unsur pertama di antara empat jenis unsur yang terdapat dalam teori. Konsep adalah abstraksi yang menggeneralisasikan hal-hal yang khusus yang disusun secara sistematik dan logis dengan memadukan ciri-ciri dan fakta-fa

MANAJEMEN PEMASARAN

Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982). Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980). Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut "Konsep Pema

MANAJEMEN KONSTRUKSI

Manajemen konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan mempraktekkan aspek-aspek manajerial dan teknologi industri konstruksi. Manajemen konstruksi juga dapat diartikan sebagai sebuah model bisnis yang dilakukan oleh konsultan konstruksi dalam memberi nasihat dan bantuan dalam sebuah proyek pembangunan. Construction Management Association of America (CMAA) menyatakan bahwa ada tujuh kategori utama tanggung jawab seorang manajer konstruksi, yaitu perencanaan proyek manajemen, manajemen harga, manajemen waktu, manajemen kualitas, administrasi kontrak, manajemen keselamatan, dan dan praktek profesional.